Kantar Divisi Worldpanel Rilis Indonesia Brand Footprint 2023

JagatBisnis.id, Jakarta, 22 Juni 2023 – Kantar Indonesia divisi Worldpanel merilis laporan terbarunya, Indonesia Brand Footprint 2023. Konferensi pers diselenggarakan di WPP Campus, RDTX Place Building, Jakarta Selatan pada Kamis (22/6/2023).

Brand Footprint adalah studi penelitian tahunan yang dilakukan oleh Kantar divisi Worldpanel untuk mengukur merek (brand) yang paling dipilih oleh konsumen dengan menggunakan matriks Consumer Reach Point (CRP).

Brand Footprint mencakup lebih dari 550 merek di lima sektor barang konsumen yang bergerak cepat (Fast Moving Consumer Goods/FMCG), yaitu makanan, minuman, produk susu, perawatan rumah, dan perawatan tubuh.

Brand Footprint Indonesia tahun ini mewakili 97% dari total rumah tangga di berbagai kota besar dan kota kecil di seluruh daerah urban dan rural di Indonesia yang merepresentasikan 70 juta populasi rumah tangga.

Venu Madhav, Managing Director Kantar Indonesia divisi Worldpanel menjelaskan, “Kondisi ekonomi makro di Indonesia tahun 2022 menunjukkan resiliensi dengan pertumbuhan PDB yang positif, sekitar 5%. Namun demikian, tahun 2022 juga merupakan tahun yang menantang bagi konsumen di Indonesia dengan adanya inflasi di sepanjang tahun.”

“Oleh karena itu, konsumen beradaptasi dengan menyesuaikan pengeluaran rumah tangga dan mengatur ulang prioritas, sehingga mempengaruhi pilihan brand yang dibeli di sepanjang tahun. Pilihan brand yang berubah-ubah tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi FMCG brands untuk dapat tetap dipilih konsumen,” lanjut Venu.

Venu Madhav, Managing Director Kantar Indonesia, Worldpanel Division. (paling kiri)

Berikut beberapa temuan dari studi Brand Footprint Indonesia tahun 2023.

Mengacu pada rata-rata, jumlah brand yang dibeli oleh sebuah rumah tangga di Indonesia adalah 96 brand, jumlah yang tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara frekuensi belanja produk FMCG mengalami penurunan sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya. Dengan demikian, persaingan antar brand semakin ketat untuk dapat bertahan menjadi pilihan konsumen.

45% brand dari total 550 brand berhasil meningkatkan Consumer Reach Points (CRP) mereka. Angka ini lebih tinggi daripada tahun lalu, dimana hanya 41% brand yang berhasil meningkatkan CRP.

Pertumbuhan brand-brand tersebut dipengaruhi oleh peningkatan penetrasi dan frekuensi.

Berdasarkan hasil studi tahun ini, 36% brand dapat bertumbuh CRP nya karena berhasil hanya dengan meningkatkan penetrasi di pasar, 21% brand bertumbuh karena berhasil meningkatkan frekuensi belanja, dan sisanya 44% berhasil meningkatkan CRP dari kombinasi kenaikan penetrasi dan frekuensi.

Dengan kata lain, 80% brand dapat meningkatkan CRP nya karena berhasil meningkatkan penetrasinya di pasar dan merekrut konsumen baru. Dengan demikian, meningkatkan penetrasi atau merekrut konsumen baru adalah kunci bagi brand untuk tumbuh.

Untuk berada di 10 peringkat teratas (Top 10 ranking) dengan nilai CRP tertinggi, sebuah brand harus memiliki basis konsumen minimal 60% dari total rumah tangga di Indonesia dan dibeli setidaknya 15 kali dalam setahun.

Corina Fajriyani, Senior Marketing Manager Kantar Indonesia, Divisi Worldpanel memaparkan, “Dalam studi tahunan Brand Footprint, Kantar menggunakan sebuah metode yang disebut Consumer Reach Point (CRP) untuk mengukur sejauh mana suatu brand berhasil menjangkau konsumen.”

Corina menambahkan, “CRP merupakan sebuah matriks yang menggabungkan tingkat penetrasi, yaitu jumlah rumah tangga yang membeli brand tersebut, dengan frekuensi pembelian brand tersebut oleh konsumen. Dengan kata lain, nilai CRP memberikan gambaran tentang seberapa sering sebuah brand dipilih oleh konsumen dan seberapa dekat hubungan antara brand dengan konsumen.”

Corina Fajriyani, Senior Marketing Manager Kantar Indonesia, Worldpanel Division.

Di edisi tahun ini, Indomie tetap mempertahankan posisi teratas dari The Most Chosen FMCG Brands di Indonesia. Posisi berikutnya di peringkat 2 hingga 6 juga diduduki brand yang sama seperti tahun sebelumnya, yaitu secara berurutan: SoKlin, Mie Sedaap, Royco, Roma, dan Kapal Api.

Selain itu, Cimory, Chiki, dan Chitato dinobatkan sebagai the rising star brands karena berhasil menembus peringkat 100 teratas di Most Chosen FMCG Brands tahun ini.

The rising star brands

Berikut beberapa kisah sukses dari brand FMCG yang berhasil meningkatkan nilai CRP dan mendapatkan penghargaan di ajang Brand Footprint 2023.

Cimory

Cimory telah tumbuh menjadi merek yang dipilih lebih dari 40% rumah tangga di Indonesia. Salah satu faktor keberhasilan Cimory didasarkan pada ketersediaan produk di berbagai channel belanja.

Selain itu, inovasi varian rasa dan format yang unik pada produk yogurt nya memberikan nilai tambah untuk konsumen dalam memilih brand Cimory. Sehingga, ekspansi kategori dari susu cair ke kategori yogurt memberikan dampak yang signifikan terhadap jumlah pembeli.

Tahun ini, Cimory berhasil menembus peringkat 100 teratas FMCG brands dengan tambahan pembeli baru di tahun 2022 sebanyak 6,7 juta rumah tangga.

Ultra Milk


Kehadiran Ultra Milk sudah lebih dari 50 tahun dan tetap menjadi pilihan teratas bagi konsumen di Indonesia. Eksistensi Ultra Milk semakin kuat dengan kemampuan meningkatkan basis pembeli dan terus merekrut pembeli baru.

Berdasarkan Brand Footprint 2023, Ultra Milk berhasil meraih penghargaan “Most Chosen Liquid Dairy Brand” dengan meningkatkan jumlah pembeli sebanyak 2.2 juta rumah tangga.

Salah satu faktor keberhasilan Ultra Milk dalam merekrut pembeli adalah kemampuan brand dalam meningkatkan jumlah pembeli dari berbagai kelompok usia melalui varian utamanya, yaitu full cream, coklat, dan stroberi.

Pepsodent


Pasta gigi merupakan salah satu kategori yang dibeli oleh hampir seluruh rumah tangga di Indonesia,

Pepsodent sebagai brand dengan pangsa pasar terbesar mampu menjangkau lebih dari 95% rumah tangga di Indonesia.

Salah satu kunci kesuksesannya adalah memberikan banyak pilihan varian kepada konsumen sehingga Pepsodent mampu menjangkau konsumen dengan beragam kebutuhan pasta gigi, seperti varian sensitif, herbal, dan lain-lain.

Venu mengungkapkan, “Studi Brand Footprint ini memberikan gambaran yang menyeluruh tentang industri FMCG yang terus resilient dan beradaptasi dengan tekanan inflasi. Beberapa brand juga mampu bertumbuh dan terus meningkatkan basis pembelinya dengan cepat beradaptasi terhadap kebutuhan konsumen.”

“Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sebuah brand bisa dicapai dengan cepat tanggap dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen. Untuk itu, saya dan seluruh tim Kantar Indonesia menyampaikan selamat kepada semua pemenang Brand Footprint Award 2023,” pungkas Venu

Kantar adalah perusahaan data, wawasan, dan konsultasi terkemuka di dunia. Kantar memiliki pemahaman yang lengkap, unik, dan menyeluruh tentang bagaimana orang berpikir, merasakan, dan bertindak; secara global dan lokal di lebih dari 90 pasar.

Kantar memadukan keahlian yang dimiliki oleh sumber daya manusia, sumber daya data dan tolak ukur, serta alat ukur yang valid dan teknologi yang inovatif. Dengan demikian, Kantar bisa membantu klien-klien untuk memahami orang dan menginspirasikan pertumbuhan.


Divisi Worldpanel Kantar telah hadir di Indonesia lebih dari 10 tahun dan secara konsisten berjalan berdekatan dengan konsumen untuk memahami kebutuhan, preferensi, dan tren yang beredar.