Pemerintah Perbaiki Perekonomian dengan program PEN

JagatBisnis.id, Jakarta, 7 Mei 2021 – Laporan 30 April 2021 menunjukkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terealisasi sebesar Rp155,63 triliun atau sebesar 22,3% dari pagu Rp699,43
triliun. Penyerapan PEN ini dinilai mampu memperbaiki ekonomi yang melemah akibat pandemi.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu RI, Kunta Wibawa mengatakan, “Indikator-indikator makro ekonomi menunjukkan sudah ada pemulihan. Kita menyadari bahwa stimulus yang kita gelontorkan itu mengenai sasaran.”

Pemerintah tidak hanya menggelontorkan dana dukungan dari sisi permintaan masyarakat. Tapi juga membuka kran permintaan, termasuk mendukung pembiayaan bagi UMKM.

“Dari sisi pembiayaan UMKM, pemerintah memberikan stimulus subsidi bunga kredit. Dengan begitu, mereka bisa berusaha kembali, arus kasnya tidak terganggu. Kita juga mendorong dari sisi
permintaan supaya masyarakat berbelanja,” terang Kunta.

Dengan target seperti itu menunjukkan stimulus program PEN sudah sesuai dan mencapai targetnya. Hal inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju ke 0% dari posisi minus. Pemerintah berharap pada kuartal 2 tahun 2021 nanti, pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih baik.

“Memang, pekerjaan rumah kita nanti di kuartal 2. Kita juga terus akan mendorong percepatan dari belanja. Belanja ini tidak hanya belanja PEN, tapi belanja Kementerian/Lembaga,” urai Kunta.

Pernyataan Kunta ini didukung oleh Piter Abdullah, Research Director CORE Indonesia, “Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, tahun ini pencapaian dalam hal penyerapan anggaran PEN jauh lebih baik. Pemerintah sudah sejak awal pandemi memang fokus sekali dengan realisasi-realisasi anggaran PEN,” ujarnya.

Piter menambahkan pemerintah berupaya meningkatkan konsumsi. Bukan hanya stimulus dalam bentuk bantuan sosial, namun ada juga stimulus pelonggaran PPnBM, stimulus PPN. Itu adalah upaya meningkatkan demand, mendorong kelompok masyarakat kelas menengah atas untuk berbelanja, “Masyarakat kelas menengah atas sudah kembali berbelanja. Selama ini mereka simpan di perbankan,” lanjut Piter.

Pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 diperkiraan oleh Kunta Wibawa akan meningkat sekitar 4,5% – 5,3%, “Peningkatan 7% diperkirakan akan terjadi pada kuartal 2 tahun 2021. Kita melihat indikator-indikator yang menunjukkan bahwa pemulihan itu terjadi dan kita konsisten untuk terus
mendukung pemulihan ekonomi,” jelas Kunta.

“Pemulihan ekonomi juga harus didukung terutama dari sisi pengendalian Covid-19. Masyarakat
dihimbau untuk menjaga protokol kesehatan,” pungkas Kunta.

error: