BP Tapera dan Kementerian PKP Kembali Akan Gelar Akad Massal KPR Subsidi dan KUR Perumahan dengan Skala Lebih Besar
JagatBisnis.id, Jakarta, 24 Juli 2026 – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) kembali akan menggelar kegiatan Akad Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas LIkuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci serta Akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp880 miliar bersama Presiden RI, Prabowo Subianto Djojohadikusumo.

Rencana kegiatan ini disampaikan secara resmi melalui konferensi pers pada Jumat, 23 Juli 2026 di kantor pusat BP Tapera, Graha Mandiri lantai 5, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Perumahan dan Kawasan Permukiman (kanan).
Dalam acara tersebut disampaikan, kegiatan akad massal ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan akad massal sebelumnya sebanyak 26.000 unit yang diselenggarakan di Cileungsi, Jawa Barat pada 29 September 2025 dan akad massal sebanyak 50.030 unit di Serang, Banten pada 20 Desember 2025.

Dengan konsep kegiatan serupa, akad massal Kali ini kembali diselenggarakan dengan skala yang lebih besar dengan tema yang baru, yaitu akad massal dan serah terima kunci sebanyak 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan sebesar Rp880 miliar.

Acara ini akan diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026 mendatang di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, yang dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden RI.

Akad massal KPR Subsidi akan melibatkan sebanyak 62.000 calon debitur KPR Sejahtera FLPP yang tersebar lebih dari 100 titik di 36 provinsi dan melibatkan 36 bank penyalur mitra kerja BP Tapera.
Dari 62.000 calon debitur tersebut, sebanyak 200 calon debitur dihadirkan secara langsung di lokasi untuk melakukan akad, sedangkan 61.800 hadir secara daring/online.
Debitur yang hadir secara langsung berasal dari 10 bank mitra kerja penyalur FLPP, yaitu BTN, BSN, BNI, Mandiri, BSI, BPD BJB, BPD Jateng, BPD Jateng Syariah, dan BPD DIY.

Sedangkan pada akad massal KUR Perumahan, total peserta akad sebanyak 7.100 debitur dengan rincian sisi permintaan (demand) sebanyak 6.873 debitur dan sisi penyedia (supply) sebanyak 227 debitur. Dari jumlah tersebut, dihadirkan secara langsung sebanyak 200 debitur untuk melakukan akad.
Dari masing-masing kategori peserta akad tersebut, sebanyak 10 peserta dari tiap KPR Subsidi maupun KUR Perumahan akan menerima kunci secara simbolis dari Presiden RI.

Calon debitur KPR Subisidi yang menerima simbolis berasal dari berbagai macam profesi, baik yang memiliki penghasilan tetap maupun tidak tetap (nonfix income), yaitu dengan profesi pengemudi ojek online, pemuka agama, asisten rumah tangga, guru, perawat, anggota TNI & Polri, hingga penjual jamu. Sedangkan penerima manfaat pada KUR Perumahan berasal dari perseorangan maupun kalangan usaha.
Selain menyerahkan kunci secara langsung, Presiden RI juga diagendakan berkeliling ke kawasan perumahan dan berinteraksi dengan penghuninya.
Rangkaian acara ini nantinya juga menyertakan kegiatan kunjungan Presiden RI menyapa para peserta akad massal, baik yang hadir secara langsung di lokasi maupun menyapa secara daring dengan para peserta akad yang berada di berbagai daerah.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyatakan saat ini persiapan menjelang acara sudah semakin matang dan optimis akan berjalan dengan lancar seperti kegiatan akad massal yang pernah diselenggarakan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) selaku Ketua Komite kami serta tim Kepresidenan RI. Dukungan penuh juga mengalir dari pihak pemerintah daerah setempat, serta para mitra kerja kami, yaitu bank penyalur serta para Asosiasi Pengembang Perumahan,” terang Heru.
Lebih lanjut Heru juga menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor pembiayaan perumahan ini sangat besar. Hal tersebut terbukti dari dua kegiatan sebelumnya yang juga dihadiri oleh Presiden RI.

“Ini menjadi bukti bahwa Pemerintah menaruh perhatian dalam menyediakan hunian pertama bagi masyarakat, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” pungkas Heru.

BP Tapera dalam menyalurkan dana bantuan pembiayaan FFLPP per 23 Juli 2026 telah mencapai 111.537 unit rumah senilai Rp13,874 triliun. Jika dilihat dari kategori profesi masyarakat, sebanyak 71.250 (63,88%) dimanfaatkan oleh pekerja swasta, urutan kedua sebanyak 19.254 (17,26%) dimanfaatkan oleh pekerja wiraswasta, urutan ketiga sebanyak 10.944 (9,81%) dimanfaatkan oleh unsur PNS serta TNI/Polri, dan sebanyak 10.089 (9,05%) termasuk pada kategori lainnya.

Sekilas tentang Perumahan Puri Delta City Side
Perumahan Puri Delta City Side menjadi perumahan terpilih untuk dilakukan akad massal bersama Presiden RI kali ini.
Perumahan ini dikelola oleh PT Dwiwahana Delta Megah, dipimpin oleh Sri Widodo selaku Direktur Utama, yang tergabung dalam asosiasi pengembang perumahan HIMPERRA.
Secara keseluruhan, perumahan ini memiliki luas mencapai 13 hektar dengan potensi kavling mencapai 1.219 unit dimana 200 unit telah terbangun dan 150 unit diantaranya telah terjual.
Di bawah kepemimpinan Sri Wiidodo, Puri Delta Asri berkembang menjadi salah satu pengembang perumahan subsidi yang sukses dengan nilai keuntungan usaha sekitar Rp30 miliar di tahun 2025.

Informasi lebih lanjut:
Akun Resmi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)
Website : tapera.go.id
Contact Center : 156
WhatsApp : 08118156156
E-mail : layanan@tapera.go.id, komunikasi@tapera.go.id
IG : @bp.tapera
FB : Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat
Twitter : BP_Tapera
YouTube : Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat