Gaet Lula Kamal, Technoplast Edukasi Pasar Cara Gunakan Wadah Plastik

JagatBisnis.id, Jakarta, 26 Maret 2018 – Berdasarkan data dari World Atlas, Indonesia merupakan negara ke-4 pengguna botol plastik terbanyak di dunia. Penggunaan botol plastik di Indonesia tercatat mencapai 4,82 miliar.

Hal ini seiring dengan data dari Euromonitor yang menunjukkan pertumbuhan rata-rata di Indonesia, pasar produk plastik rumah tangga terus mengalami peningkatan hingga tahun 2018. Market size untuk kategori pembelian produk Beverageware, Food Storage, dan Dinnerware tumbuh sebesar 11,2% per tahun.

Fakta itu menandakan bahwa penggunaan wadah plastik bagi rumah tangga terus mengalami peningkatan setiap tahun. Namun demikian, belum semua komponen bangsa ini memiliki kesadaran mengenai penggunaan wadah plastik secara benar.

Technoplast, sebagai perusahaan manufaktur dalam negeri yang memproduksi peralatan rumah tangga berbasis plasticware, mempunyai kiat khusus dalam mengedukasi pasar terkait penggunaan wadah plastik secara tepat.

Melalui seminar bertajuk “Bijak Menggunakan Wadah Plastik Untuk Kehidupan yang Hebat”, Technoplast menghadirkan tiga narasumber. Antara lain Dr. Emil Budianto, Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia; dr. Lula Kamal, public figure, pemerhati kesehatan, dan ibu rumah tangga; dan Hartadi Alamsyah, Vice Chief Production Officer Technoplast.

Pada sesi pertama, Dr. Emil Budianto membawakan materi seputar jenis kode yang tertera pada setiap plastik.

Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terdapat enam jenis plastik untuk wadah makan. Keenam jenis plastik tersebut yaitu Polietilen Tereftalat (PET), High Density Polyethylene (HDPE), Polivinil Klorida (PVC), Low Density Polyethylene (LDPE), Polipropilen (PP), dan Polycarbonate (PC).

Emil menambahkan bahwa keenam jenis plastik tersebut memiliki fungsi masing-masing. Masyarakat Indonesia kini seharusnya mulai mengetahui bahwa setiap jenis plastik memiliki treatment yang berbeda. Ada plastik yang tidak boleh terkena panas secara langsung dan ada yang tidak boleh terkena suhu dingin.

Bijak menggunakan wadah plastik bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu memilih material plastik yang tidak berbahaya bagi kesehatan dan ramah lingkungan, desain kemasan plastik yang limbahnya paling sedikit, dan menjadi konsumen yang cerdas. Penjelasan itu diperkuat dengan adanya riset yang dilakukan Emil seputar wadah plastik.

Acara makin menarik pada sesi kedua. Selaku public figure dan pemerhati kesehatan, dr. Lula Kamal menyampaikan pandangannya yang smart.

Sebagai seorang dokter sekaligus ibu rumah tangga, Lula cukup ketat dalam melakukan seleksi produk yang akan digunakan.

Dalam urusan wadah plastik, Lula selama ini yakin menggunakan suatu produk jika pada produknya memiliki logo (tag) BPA Free. “Pertimbangan lain dalam memilih wadah plastik juga berdasarkan fungsional dan desain,” tambahnya.

Di sisi lain, Lula juga berbagi cerita terkait kendala yang ia rasakan selama ini. “Sebagai seorang ibu yang melaksanakan kewajibannya ketika hendak mencuci wadah kemasan plastik adalah terdapat noda yang tertinggal. Dan kerap kali menyulitkan saat proses mencucinya. Akhirnya, saya browsing dan menemukan cara efektif yang terbukti berhasil. Yaitu, cukup mencuci menggunakan sponge yang lembut dengan jeruk nipis ataupun baking soda. Informasi itu saya dapatkan dari website dan instagram Technoplast,” ungkapnya.

Materi terakhir disampaikan Hartadi Alamsyah, Vice Chief Production Officer Technoplast.

Hartadi menyampaikan standarisasi yang diterapkan oleh Technoplast sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas. “Kami menganut beragam standarisasi baik nasional maupun internasional. Dalam pemilihan produk, kami menganut tiga kategori, yaitu end user profile, formula dan compliance,” ia menjelaskan.

End user profile adalah upaya Technoplast memahami keinginan publik melalui jenis umur, fungsional, nilai estetika, dan perilaku konsumen.

Formula ialah prosedur yang diterapkan Technoplast dalam memproduksi sebuah produk berdasarkan chemical quality, performance dan processability.

Terakhir, Technoplast memproduksi sebuah produk berdasarkan sifat compliance, yaitu product safety, food contact, environment, dan specific requirement.

Technoplast merupakan perusahaan manufaktur berbasis plasticware asli Indonesia yang memproduksi peralatan rumah tangga.

Memiliki lebih dari 50 lisensi resmi untuk produksi setiap produknya, Technoplast telah menjadi market leader dalam bidang botol minum, dan terus berupaya dalam menunjukkan komitmennya melalui edukasi yang diberikan untuk masyarakat umum.

Technoplast memiliki hanging tag di setiap produk yang berisi detail penjelasan produk serta jenis plastik dan cara menggunakannya. Hal ini dilakukan demi menghindarkan konsumen dari hal yang tidak menguntungkan.

Technoplast telah berdiri sejak lebih dari 20 tahun lalu, dan memiliki pabrik yang berlokasi di Cikupa, Tangerang. Pabriknya telah berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 dari SGS Indonesia.

Pada awal tahun ini, Technoplast mendapat penghargaan dari Gubernur Banten sebagai pabrik dengan Panitia Penyelenggara Kesehatan dan Keselamatan Kerja (P2K3) terbaik.

error: