Ipsos Rilis Hasil Survei AI 2025: Sentuhan Manusia Tentukan Keberhasilan AI
JagatBisnis.id, Jakarta, 12 Agustus 2025 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, penggunaan Artificial Intelligence (AI) kini tidak lagi hanya soal kecepatan dan efisiensi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi ini dapat lebih memahami manusia. Ipsos, perusahaan market research global, menekankan bahwa keberhasilan AI di masa depan akan bergantung pada kemampuannya menggabungkan kekuatan teknologi dengan sentuhan manusia.

Laporan terbaru Ipsos, “Humanizing AI for Innovation Success”, menyoroti pentingnya membangun inovasi yang tidak hanya maju secara teknis, tetapi juga selaras dengan nilai, emosi, dan perilaku nyata konsumen.

Optimisme yang Tetap Waspada terhadap AI di Indonesia
Data dari Ipsos AI Monitor 2025 menunjukkan adanya rasa optimisme yang tetap berwaspada terhadap AI secara global. Sebanyak 56% responden global percaya bahwa teknologi AI memberikan lebih banyak manfaat daripada kerugian. Di Indonesia, tingkat optimisme ini bahkan lebih tinggi, mencapai 85% (80% pada 2024), namun 43% masih merasa khawatir saat menggunakannya.

Hal ini mencerminkan betapa cepatnya masyarakat Indonesia beradaptasi dengan teknologi baru, mulai dari layanan digital di ritel hingga penggunaan AI di bidang kesehatan, pendidikan, dan hiburan, namun tetap dengan sikap hati-hati. Tingkat kepercayaan ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan produk dan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

“Di Indonesia, kami sudah melihat AI digunakan di berbagai aplikasi sehari-hari. Survei AI unggulan Ipsos menunjukkan bahwa antusiasme tampaknya terkait dengan prospek ekonomi. Negara-negara yang paling antusias terhadap AI biasanya adalah negara-negara yang percaya bahwa AI akan memberi manfaat besar bagi perekonomian mereka,” ujar Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia.

Hansal menekankan, “Tantangan berikutnya adalah memastikan penerapannya tetap etis, inklusif, dan benar-benar bermanfaat. Ini adalah momen penting bagi semua pemangku kepentingan untuk maju bersama.”
Menempatkan Manusia di Pusat Pengembangan AI
Meskipun AI dapat memproses data berskala besar dengan cepat, teknologi ini tetap belum mampu sepenuhnya memahami kompleksitas perilaku manusia. Keputusan konsumen sering dipengaruhi oleh emosi atau kebiasaan yang tidak mudah diukur oleh algoritma. Ipsos menegaskan bahwa AI yang efektif harus mampu menangkap nuansa tersebut.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan teknologi tanpa memahami konteks sosial, nilai, dan emosi pengguna. Inovasi berisiko tidak tepat sasaran jika tidak mencerminkan kebutuhan nyata konsumen,” ujar Dr. Nikolai Reynolds, Ipsos Global Head of Product Testing.

Nikolai menambahkan, “Di Ipsos, kami percaya bahwa kolaborasi antara AI dan keahlian manusia adalah fondasi dari inovasi yang berdampak dan berkelanjutan.” Pendekatan ini memastikan bahwa hasil analisis tidak hanya akurat secara teknis, tetapi juga benar-benar mencerminkan cara berpikir dan berperilaku manusia di dunia nyata.
Kualitas Data Menentukan Keberhasilan AI

AI hanya akan dapat menghasilkan data sebaik kualitas data yang digunakannya. Ipsos menekankan pentingnya data yang relevan, representatif, dan tetap valid seiring waktu. Data yang tidak lengkap atau tidak akurat dapat menyebabkan kesalahan besar—sesuatu yang sudah terlihat dalam beberapa kasus, yang mengingatkan kita akan risiko serius jika AI bekerja dengan input berkualitas buruk.
Peran Researcher dalam Menjaga Etika dan Akurasi

Ipsos menerapkan prinsip human in the loop yang memastikan keterlibatan manusia di setiap tahap pengembangan dan penerapan AI. Kolaborasi antara teknologi dan researcher, berpengalaman menjadi kunci agar hasil analisis tetap akurat, etis, dan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen. Dengan pendekatan ini, AI bukan hanya alat analisis, tetapi mitra dalam menciptakan inovasi yang aman dan berdampak.
Memastikan AI Tetap Etis dan Berfokus pada Manusia

Ipsos menerapkan kerangka kerja yang dirancang untuk memastikan pengembangan AI tetap menjunjung tinggi keadilan, privasi, dan kepentingan konsumen. Dengan demikian, AI dapat merespons kebutuhan masa depan tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar.
AI yang Canggih Tetap Harus Humanis

Pada akhirnya, AI bukanlah tujuan akhir. AI adalah alat untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih baik, menciptakan pengalaman yang lebih personal, dan menghadirkan solusi yang lebih relevan. Dengan menyeimbangkan kekuatan teknologi dan pemahaman manusia, Ipsos berupaya membangun ekosistem inovasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Seiring meningkatnya adopsi AI di Indonesia, pendekatan yang berlandaskan empati dan kepercayaan menjadi semakin penting. Jika AI dapat berkembang seiring dengan nilai-nilai ini, maka masa depan teknologi tidak hanya akan menjadi lebih canggih, tetapi juga lebih manusiawi.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website www.ipsos.com.
About IPSOS
Ipsos is one of the largest market research and polling companies globally, operating in 90 markets and employing nearly 20,000 people.

Our passionately curious research professionals, analysts and scientists have built unique multi-specialist capabilities that provide true understanding and powerful insights into the actions, opinions and motivations of citizens, consumers, patients, customers or employees. Our 75 business solutions are based on primary data from our surveys, social media monitoring, and qualitative or observational techniques.

“Game Changers” – our tagline – summarizes our ambition to help our 5,000 clients navigate with confidence our rapidly changing world.
Founded in France in 1975, Ipsos has been listed on the Euronext Paris since July 1, 1999. The company is part of the SBF 120, Mid-60 indices, and is eligible for the Deferred Settlement Service (SRD).
Ipsos headquarters office:
35, rue du Val de Marne
75013 Paris, France
(+33) 1 41 98 90 00