Kawan Lama Group Segera Rampungkan Mal Living World Senilai Rp800 Miliar di Denpasar

JagatBisnis.id, Denpasar, 26 Oktober 2021 – Kawan Lama Group segera merampungkan proyek mal Living World di Kota Denpasar, Bali, yang saat ini telah memasuki tahap finishing. Momentun itu ditandai dengan upacara Topping Off pada Jumat (22/10/2021) lalu.

Proyek itu merupakan proyek mal Living World ketiga Kawan Lama Group, setelah berhasil menghadirkan mal Living World pertama di Alam Sutera, Tangerang Selatan, pada 2011, dan Living World Pekanbaru pada 2018.

Mal Living World Bali dibangun dengan konsep new gate to new lifestyle untuk menjawab kebutuhan gaya hidup masyarakat Bali yang berada di area Denpasar, Kuta, Ubud, dan sekitarnya.

Proyek shopping center yang berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar dengan luas bangunan mal dan area parkir sekitar 120.000 meter persegi itu mencapai nilai investasi hingga Rp800 miliar.

Di tengah kondisi pandemi saat ini, Kawan Lama Group selaku pengembang Living World Bali tetap optimis dalam merampungkan pembangunan. Sebab, berdasarkan data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) disebutkan bahwa meskipun cenderung lambat, tetapi tingkat kunjungan pusat perbelanjaan di berbagai daerah meningkat secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi saat ini.

Bahkan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dilonggarkan pada awal Oktober 2021 lalu, APPBI mencatat rata-rata kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat hingga 40% dari kondisi normal sebelum pandemi.

Terlebih lagi, menurut data APPBI Bali, dari total 14 pusat perbelanjaan di Bali, tingkat kepatuhan implementasi PeduliLindungi sudah mencapai lebih dari 80%. Kondisi itu semakin memantapkan langkah Kawan Lama Group untuk terus berinvestasi di Bali.

Kawan Lama Group optimis bahwa pada saat Living World Bali yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2022, situasi dan kondisi sudah berjalan normal kembali.

Sugiyanto Wibawa, Business Development Director Kawan Lama Group menyampaikan, “Kami optimis terhadap dukungan pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional. Dan program percepatan vaksinasi yang telah menjangkau lebih dari 50% penduduk Indonesia untuk vaksin dosis pertama akan membantu bisnis mal segera pulih.”

“Seiring dengan hal tersebut, kami telah melakukan berbagai strategi. Salah satunya dengan pemilihan lokasi Living World Denpasar yang strategis di sekitar kawasan pemukiman dan di jalur arteri lintasan antara bandara I Gusti Ngurah Rai menuju berbagai kawasan wisata favorit,” lanjut Sugiyanto.

Berbeda dengan mal-mal lainnya, mal Living World Denpasar Bali akan berfokus pada tenant di segmen home living, home improvement, dan lifestyle seperti Ace, Informa, Krisbow, Toys Kingdom hingga Pet Kingdom.

Memiliki gross floor area lebih dari 120.000 meter persegi dengan commercial area lebih dari 50.000 meter persegi, dan 400 toko yang dihadirkan, Living World Bali akan menjadi mal terbesar di Pulau Bali yang diperkuat dengan konsep Home Living, Lifestyle & Eat-ertainment yang terlengkap di Ibukota Bali, Denpasar.

Selain itu, Living World Bali menghadirkan keindahan dan keunikan arsitektur bernuansa tradisional Bali yang menyatu dengan konsep terbaru dari tenant restoran/kafe dan entertainment. Mulai dari zona khusus “Asian Market” yang kental dengan budaya Bali dari aspek arsitektur dan kehadiran beragam produk UMKM Bali.

Berbagai acara dan kegiatan tradisional Bali akan digelar di area amphitheatre Living World Bali. Area pinggir Sungai Bindu yang berada tepat di samping mal juga direvitalisasi sebagai pusat kegiatan outdoor, area kuliner terbuka, dan venue untuk berbagai acara komunitas. Seluruhnya akan memperkuat posisi Living World Bali sebagai salah satu ikon terbaru di Pulau Bali.

Mal Living World Bali menerapkan konsep energy efficient architecture (arsitektur dengan penggunaan energi yang efisien) pada pembangunannya. Mulai dari sistem AC berefisiensi tinggi dalam penggunaan listrik yang menghemat energi hingga 20% atau dalam pengurangan energi listrik 1.200 MW/tahun, penggunaan panel surya di atap mal yang dapat memproduksi listrik hingga 1.123 MWp/tahun, penggunaan jenis lampu LED pada mayoritas penerangan yang dapat menghemat energi hingga 50%.

Juga penerapan smart building design berupa pengaturan orientasi bangunan dan solusi minimalisasi panas matahari masuk ke dalam gedung dengan permainan landscape, serta pemanfaatan sinar matahari sebagai pencahayaan alami dalam gedung dengan membuat skylight dari jendela berbahan kaca double glazing. Penggunaan kaca double glazing juga dapat membatasi panas matahari masuk ke dalam ruangan sehingga dapat menambah penghematan listrik pada penggunaan AC.

Dalam operasionalnya nanti, Living World Bali juga akan menerapkan konsep minimized wastewater management system dengan mengelola kembali limbah air kotor untuk penyiraman tanaman dan pengisian kolam, yang akan menghemat air setara dengan 12 kolam renang olympic size dalam setahun.

Jannywati, Mall Director & Design Development Kawan Lama Group, menjelaskan, “Living World menerapkan konsep circular economy secara keseluruhan. Salah satunya melalui program energy saving kelistrikan yang diterapkan dalam smart design building setara dengan pengurangan gas emisi CO2 hingga 3.280 ton per tahun. Hal ini sejalan dengan komitmen Kawan Lama Group untuk mengembangkan bisnis dan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable businesses), dan target pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 20% pada tahun 2030.”

Theresia Setiadjaja, Mall Director Kawan Lama Group, memaparkan, “Kami harap kehadiran Living World Bali dapat memberi kontribusi untuk kebangkitan ekonomi di Bali, termasuk bagi UMKM di Kota Denpasar dan sekitarnya. Kami memproyeksikan, kehadiran mal ini akan menyerap hingga 2.000 tenaga kerja lokal. Lokasi mal yang strategis dan kelengkapan fasilitas di mal ini akan memacu pertumbuhan nilai usaha ritel dan penyerapan tenaga kerja.”

Kawan Lama Group adalah identitas dari kelompok unit bisnis multisektor yang masing-masing bergerak dalam 6 pilar bisnis, yaitu Commercial & Industrial, Consumer Retail, Food & Beverage, Property & Hospitality, Manufacturing & Engineering, serta Commercial Technology. Kesemuanya dipersatukan oleh nilai dan tujuan yang sama, yaitu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga.

Hadir sejak 1955, Kawan Lama Group yang memiliki slogan Bring Value for a Better Life menaungi 28 unit bisnis yang memiliki 20 cabang distribusi, 24 service center, dan lebih dari 1.000 toko ritel di Indonesia.

Pada sektor Commercial & Industrial, Kawan Lama Group menaungi enam unit bisnis. Antara lain PT Kawan Lama Sejahtera, PT Kawan Lama Inovasi, Krisbow, Sensorindo, Kaeser Indonesia, dan Depo Teknik.

Pada sektor Consumer Retail, Kawan Lama Group menaungi bisnis penyedia produk berkualitas untuk perlengkapan rumah, furnitur, dan gaya hidup. Antara lain ACE pusat kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup, Informa pusat furnitur dan aksesoris untuk hunian dan bisnis, Home Galleria penyedia furnishing hunian mewah yang dihadirkan dalam konsep galeri, Selma penyedia furnitur dan aksesoris dengan harga terjangkau, Toys Kingdom pusat mainan dan hobi untuk segala usia, Ataru penyedia produk gaya hidup untuk milenial, Bike Colony penyedia sepeda dan aksesoris, Pendopo penyedia batik dan kerajinan tradisional, Travelink pusat kebutuhan traveling dan aksesori dan Pet Kingdom pusat perawatan dan kebutuhan hewan peliharaan.

Pada sektor Food & Beverages, bisnis unit yang tergabung yaitu Chatime penyedia minuman brewed tea asal Taiwan, Gindaco yaitu takoyaki nomor 1 di Jepang, dan Cupbop penyedia makanan BBQ Korea in a cup.

Pada sektor Manufacturing & Engineering, bisnis unit yang tergabung yaitu Golden Dacron dan Golden Living.

Untuk Commercial Technology, Kawan Lama Group menaungi bisnis e-commerce melalui ruparupa.com dan Klik MRO serta bisns fintech melalui Danakini.

Sedangkan untuk Property & Hospitality, bisnis unit Kawan Lama Group mengoperasikan Living World, mal dengan diferensiasi positioning sebagai “The biggest home living, lifestyle and eat-tertainment center”, serta Living Plaza yang hadir memberikan konsep pengalaman berbeda untuk menikmati lebih banyak varian produk, layanan, dan kenyamanan berbelanja di toko retail Kawan Lama Group dalam satu lokasi.

Saat ini, Living World telah hadir di 2 kota, yaitu di Alam Sutera Tangerang Selatan dimana ACE terbesar di dunia (15.000 meter persegi) ada di dalamnya, dan di Pekanbaru. Sedangkan Living Plaza saat ini telah hadir di 19 lokasi di 12 kota.

Dalam menjalankan bisnisnya, Kawan Lama Group memiliki misi Bringing Values For Betterment of Lives dengan pengembangan bisnis dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Melalui Kawan Lama Foundation, Kawan Lama Group membawa nilai untuk lingkungan dan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan yang terbagi dalam 4 pilar, yaitu Humanity, Education, Community Development, dan Environment.