Pintro, Solusi Digital untuk Transformasi Dunia Pendidikan di Saat Pandemi

JagatBisnis.id, Jakarta, 14 Juli 2020 – Tahun Ajaran 2020/2021 baru saja dimulai. Namun di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung menuntut banyak perubahan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh semua jenjang lembaga pendidikan baik formal maupun informal terkait tata kelola manajemen pendidikan di masa kenormalan baru (new normal) saat ini.

Pandemi yang masih terus menghantui kehidupan semua masyarakat Indonesia, termasuk dunia pendidikan, banyak membuat lembaga pendidikan shock dan tak siap menghadapinya.

Banyak kasus akibat pembatasan bersosialisasi (social distancing) menyebabkan orang tua, siswa maupun mahasiswa tak bisa keluar rumah untuk melakukan pendaftaran murid baru, menunda pembayaran atau bahkan tidak mampu membayar biaya pendidikan dikarenakan banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan hingga berkurangnya pendapatan. Bersekolah juga harus dilakukan secara jarak jauh melalui media daring atau online.

Untuk bisa mengikuti kegiatan belajar secara online, banyak orang tua, guru dan lembaga pendidikan yang tidak siap mulai dari ketersediaan perangkat yang memadai, akses internet yang terbatas, ketidaksiapan guru dalam menyiapkan media belajar secara digital.

Lebih jauh lagi, masih kurangnya pemahaman mereka memanfaatkan teknologi yang bisa mendukung proses belajar jarak jauh tersebut dengan baik.

Belakangan muncul kasus, beberapa lembaga pendidikan mulai berguguran menutup lembaga pendidikannya karena tidak lagi memiliki dana pendidikan yang cukup untuk membiayai operasional lembaganya. Kondisi sangat menyedihkan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya harus menghantam dunia pendidikan.

Beberapa lembaga pendidikan yang berada di kelas menengah atas yang sebelumnya sudah memiliki sistem online walaupun belum menyentuh semua layanan mereka, masih bisa bertahan di tengah pandemi. Namun bagi lembaga pendidikan di kelas menengah ke bawah, kondisinya jauh lebih berat.

Saat ini, lembaga pendidikan harus berpikir ulang memperbaiki sistem operasi internal mereka, terutama yang berhubungan dengan sistem pembelajaran siswa dan keuangan karena hal ini ibarat jantungnya lembaga pendidikan.

Perkembangan terakhir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada 13 Juli 2020. Namun bagi lembaga pendidikan yang masih berada di zona merah tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dan harus melakukan pembelajaran dari jarak jauh.

Malah ke depan, secara permanen menggunakan sistem blended learning (hybrid) dalam proses pembelajaran siswanya. Pertanyaannya, sejauh mana kesiapan ekosistem pendidikan menghadapinya?

Mengamati permasalahan yang terjadi di lembaga pendidikan di atas, PT Indoglobal Nusa Persada (iGlobal) menciptakan produk digital yang diberi nama Pintro. iGlobal merupakan sebuah institusi yang telah lebih dari 10 tahun fokus berkecimpung di dunia pendidikan mulai dari jenjang sekolah, perguruan tinggi hingga lembaga kursus ini bertekad untuk membantu lembaga pendidikan.

“Sesuai visi yang dimiliki oleh Pintro, untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan menjadi lebih baik melalui digitalisasi. Digitalisasi bukan hanya bisa dinikmati oleh lembaga pendidikan kelas menengah atas, tetapi bisa juga dinikmati oleh semua golongan lembaga pendidikan,” ujar Syarif Hidayat, Founder sekaligus CEO Pintro.

Syarif menilai, selama ini kendala untuk langsung bertransformasi digital bukan hal yang bisa dianggap mudah. Selain butuh pemahaman bisnis flow edukasi yang matang, kecepatan dalam proses implementasinya agar bisa cepat dinikmati, dan permasalahan biaya.

Apalagi di saat pandemi sekarang, fokus lembaga pendidikan berubah sebatas penyelamatan cashflow keuangan. Hal ini menjadikan lembaga pendidikan mengalami dilema untuk menjalankan transformasi digital antara awareness digital yang naik, tuntutan cashflow, infrastruktur dan tim pengembang yang handal.

Berlangsungnya tahun ajaran 2020/2021 di tengah pandemi yang belum berakhir membuat Pintro ingin memberikan kontribusi yang lebih demi eksistensi dunia pendidikan agar lebih baik dengan memberikan tiga solusi handal bagi dunia pendidikan yang ingin bertransformasi digital.

Pertama, lembaga pendidikan bisa memanfaatkan layanan digital dengan bergabung bersama marketplace sistem pendidikan digital secara gratis yang bisa diakses secara online melalui web based dan mobile apps.

Kedua, bagi lembaga pendidikan yang ingin memiliki aplikasi sendiri untuk memajukan brand namun terkendala budget, saat ini bisa menggunakan paket Pintro Co-brand “Booster”. Paket tersebut dapat dipilih dan proses implementasinya pun hanya dalam hitungan minggu. Untuk dapat menikmati paket Booster, lembaga pendidikan hanya perlu membayar mulai dari Rp5.000.

Ketiga, bagi lembaga pendidikan yang memiliki biaya operasional berlebih dan ingin mentransformasikan keseluruhan layanannya menjadi fully digital bisa memilih paket Pintro Co-brand “Premium”. Fitur yang dapat dinikmati mulai dari enrollment, online payment, academic, e-learning, e-raport, payroll, budgeting, accounting, finance dan fitur lainnya tersedia yang saling terintegrasi.

“Dengan adanya ketiga solusi yang Pintro berikan ini, bisa membawa percepatan tranformasi digital bagi semua lembaga pendidikan agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa tumbuh menjadi lebih baik,” tegas Syarif.

error: